Uncategorized

Pimpinan Pondok Pesantren Malaysia Kunjungi Buntet Pesantren

K.H. Ade M. Nasihul Umam (Tengah berpeci hitam), K.H. Salman Al-Farisi (tengah berpeci putih), dan K.H. Ahmad Syauqi Chowas (kanan berpeci hitam) bersama para pimpinan pondok pesantren Malaysia, berfoto bersama di halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon (12/10)
Dalam rangka silaturahim ke pondok pesantren di seluruh Indonesia, beberapa pimpinan pondok pesantren di Malaysia mengunjungi Buntet Pesantren (Senin, 12/10).
Di samping silaturahim, mereka juga mengajukan beberapa pertanyaan sebagai tambahan pengetahuan bagi mereka untuk studi banding. Di antara yang mereka tanyakan adalah mengenai sejarah Buntet Pesantren dan sistem pendidikan yang diterapkan di Buntet Pesantren.
“Di samping itu (silaturahim), (mereka) tanya-tanya sejarah Buntet dan sistem pendidikan yang diterapkan di sini”, ungkap K.H. Ahmad Syauqi, salah satu pengasuh Buntet Pesantren yang menerima kedatangan para ustad dari Malaysia tersebut.
Meskipun mereka sudah mengenal Buntet Pesantren dan mengetahui sedikit sejarahnya, tetapi mereka berharap dapat lebih dalam mengetahui sejarahnya, tidak hanya kulit luarnya saja karena Buntet Pesantren memiliki sejarah yang panjang.
“Mereka sudah kenal Buntet dan tahu bahwa Buntet merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesia”, tambahnya.

“Indonesia merupakan negeri dengan penduduk muslim terbesar yang sistem pendidikan pesantrennya sudah diakui oleh dunia. Oleh karena itu, kami ingin melihat lebih dekat sistem pendidikan pesantren-pesantren di Indonesia dan Buntet Pesantren merupakan salah satu pesantren yang tidak bisa kami lewatkan karena kiprah dan perannya yang begitu vital dalam dakwah Islam serta membangun dan menjaga bangsa”, ujar salah satu ustad yang mewakili rekan-rekannya.

Selain oleh K.H. Ahmad Syauqi Chowas, mereka juga ditemui oleh K.H. Ade M. Nasihul Umam dan K.H. Salman Al-Farisi.